Selasa, 25 Maret 2014


huhhhh,,,

pagi ini saya sedikit kecewa dengan apa yang terjadi di sekolah,,, menurut banyak orang ini adalah menyelamatkan peserta didik tapi TIDAK menurut  saya, ini adalah penghancuran moral anak secara halussss. biarkan mereka berpikir, biarkan mereka bekerja, biarkan mereka merasakn gagal biarkan mereka meresakan keberhasilan dengan tangan mereka sendiri. yah karena inilah guna nya mereka sekolah , ada  proses. dan tidak selamanya proses itu selalu berhasil. karena proses yang sulit dan penuh kegagalan, ketika berhasil akan menjadi lebih berkesan. berkali - kali saya katakan jangan pernah malu ketika banyak siswa kita yang tidak lulus ujian, kasihan terhadap siswa , mungkin iya, tapi ini pembelajaran bagi kita semua. bagi siswa ini berarti usaha yang mereka lakukan belum maksimal. dan masih ada kesempatan untuk memperbaikinya, masih banyak waktu. bagi sekolah ini adalah evaluasi, evaluasi untuk proses kegiatan belajar mengajar selama  3tahun ke belakang. berarti masih banyak hal yang perlu di  benahi, kita tidak pernah tau bagaimana kualitas pendidikan di sekolah kita tanpa kita mau mengetahuinya secara jujur. jujur dalam arti yang sebenarnya. jangan pernah menyalahkan pemerintah atas kebijakan mengadakan ujian nasional. tapi salahkan diri kita sendiri yang tidak ada usaha sedikitpun untuk menghadapinya. selalu menganggap enteng " kumha engke wae" ini adalah penyakit yang merusak semangat berjuang. jangan pernah mengorbankan siswa demi dicap sekolah unggulan, memang terlihat sangat manis, terlihat sangat baik, terlihat sangat peduli, terlihat sagat bijaksana terlihat "ingin membantu" tapi sebenarnya ini merusak, ini menghancurkan, ini menina bobokan siswa, menjadi seorang pecundang, seorang pemalas,. kita harus mulai berpikir sedikit dewasa, sakit sedih dan merasa bersalah memang ketika melihat siswa - siswi kita GAGAL, tapi ini bukan akhir dari segalanya. mari kita bangun generasi yang JUJUR, BERSIH, dan generasi yang HEBAT. dan itu semua dimulai dari sekolah yang BERKUALITAS, Bbukan sekolah yang mementingkan KUANTITAS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Minggu, 23 Maret 2014

arek nulis apa yah,,, lieur euy. Yang hot hari ini tentang ujian anak2 SMP. Karena kebetulan aku sedikit ikut terlibat. Tapi aku mau bicara, nulis kali lebih tepatnya ya,, dari segi pisisi aku sebagai guru.......,,,, banyak guru yg khawatir tentang kelulusan siswa - siswinya menjelang UN. Ya khawtir terhadap dampak jika siwanya tidak lulus UN,,,,, krna akibatnya bisa fatal. Contohnya kasus bunuh diri siswa di Jakarta tahun lalu krna engga lulus UN. sebenarnya kalo guru mengesampingkan dampak2 tersebut,,, guru tidak usah kawatir dg UN.... Kenapa?????? Karena ketika semua siswanya yang mengikuti UN dan hanya satu siswa yg dinyatakan lulus,,, secara logika orang mengatakan "sekolah gagal" tapi sebenarnya tidak ,,,, satu siswa aja yg berhasil itu udah dianggap pembelajaran selama 3 tahun itu berhasil.... Aneh memang kedengarannya tapi teorinya memang seperti itu,,,,, tp lagi - lagi hati nurani(bukan hanura lho,,,partainya pak kamad itu.haha) seorang guru akan menghalalkan segala cara untuk menyelamatkan anak2nya dari musibah yang bernama "TIDAK LULUS UN". Segala upaya pasti akan dilakuka. Walaupyn menurut saya itu salahhhhhhh... Lulus dan tidak lulus adalah bagian dari pendidikan. Siswa yang lulus berarti sudah layak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yg lbh tinggi. Berarti yg belum masih yah kasarnya mungkin belum layak. Tentang sistem UN akan kita curhatkan kali lain,,,,,, hari ini udah dulu deh ga jelas,hahags